PUISI

Ibu, Jangan Menangis

jinkan sekali lagi aku menghela nafas yang kian tersengal nafas yang hampir mencapai akhir, lalu ruhku akan menghambur keluar menyapa tiap nanar mata yang mengalirkan sepasang sungai kecil yang hangat yang pernah kurindukan dalam timang peluk hangat seorang perempuan hingga jemariku beranjak dewasa kemudian menua sentuh itu kian terasa begitu jauh. aku merindukanmu, Ibu.

link : http://www.puisipendek.net/ibu-jangan-menangis.html

 

AKU

“Aku Adalah Aku Bukan Mereka”

Mungkin Q Hanya Perlu Diam..
Tak Perlu Berbicara..
S’t Ku Di Terpa Angin Hinaan..
Tersiram Caci Makian..
Dari Seseorang Diri Yg merasa Hebat..

Hujatan Demi Hujatan..
Ku Telan Mentah-Mentah..
Walau Pahit Kenyataan Ini..
Walau Perih Kehidupan Ini..
Ku Jadikan Semangat Baru..

Dalam Ilustrasi Kehidupan..
Yg Begitu Keras & Membunuh..
Tak Pantang Hatiku Mundur..
Tak Pantang Langkahku Berhenti..

Hanya Karena Kesombongan & Hinaan..
Jiwa2 Semakin Membara..
Semangat Semakin Bergejolak..
Utk Terus Berkarya Di Tengah2 hinaan & Caci Makian..

Yg Bertebaran Di Sekelilingku..
Wlau trkadang ada Yg Memuji..
Berusaha Memberiku Semangat..
S’t Hinaan & cacian menenggelamkanku..

Tak Perlu Bersedih Hati..
Oleh ulah Kesombngan Diri..
Yg Merasa pling hebat..
Karena Sprtilah aQ..
Tetap Tersenyum manis..

Dlm mlhat ke tdk stabilan hdup..
Mlhat org2 yg mw mnang sndiri..
Mnjathkan saingan2 di skitarnya..
Namun Q Tak peduli..

AQ bukn Seorang Khairil Anwar..
Yg Hebat & Pandai berpuitis..
Aq Juga Bukan Meraka..
Yg Hebat & Sempurna..

Namun Aku Adalah Aku Yg Seperti Ini..
Bukan Meraka..

Kendari, 17 Maret 2013
Cipt. Reyn Aldie

Iklan

BIOGRAFI

Biografi Kahlil Gibran Seorang Sastrawan

Kahlil Gibran adalah seorang sastrawan yang beraliran romantik. Ia merupakan penyair terkenal dengan karya-karyanya yang mencerminkan perpaduan antara budaya timur dan barat, penuh dengan analogi, tidak hanya itu karya-karyanya populer diberbagai belahan dunia. Karyanya yang terkenal adalah The Prophet.

Biografi Kahlil Gibran

Kahlil Gibran lahir di Basyari, Lebanon, 6 Januari 1883 dari keluarga Katolik Maronit. Ayahnya bernama Khalil bin Gibran, seorang gembala yang memiliki kebiasaan memainkan Taoula, merokok pipa air (narjille) dan ibunya bernama Kamila, adalah anak dari seorang pendeta Maronit, Estephanos Rahmi, yang berstatus janda sebelum menikah dengan Khalil.

Pernikahan Kamila dengan suami pertamanya, Hanna Abdel Salam, dikaruniai seorang putra bernama Peter. Sedangkan dari perkawinannya dengan suami kedua, yaitu Khalil bin Gibran, Kamila dianugerahi tiga orang anak. Satu anak laki-laki yang bernama Kahlil Gibran dan dua anak perempuan, yakni Mariana, dan Sultana.

Kahlil Gibran tinggal di Bsharri, sebuah daerah yang kerap tertimpa musibah bencana alam; badai, gempa, dan petir. Bencana alam tersebut telah menginspirasinya dalam membuat karya-karyanya mengenai alam.

Pada saat berusia 10 tahun, Kahlil Gibran bersama dengan ibunya beserta dua saudaranya pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat karena kesulitan ekonomi di Lebanon. Di Amerika ia mulai belajar seni dan memulai karier sastra. Ia bersekolah umum di Boston. Dua tahun bersekolah di sana bakat kesastraan dan melukisnya mulai menonjol sejak bersekolah di sekolah umum di Boston pada tahun 1895-1897.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Amerika, Kahlil Gibran kembali ke Lebanon untuk mendalami bahasa Arab dan mengenal banyak karya sastrawan Arab terdahulu. Setelah keinginannya dikabulkan oleh ibunya, dalam rentang waktu antara tahun 1896-1901, ia menempuh pendidikan di sebuah sekolah terkemuka, Madrasah Al-Hikmah, yang terletak di Beirut.

Baca juga: Biografi Chairil Anwar Penyair Indonesia.

Di Madrasah Al-Hikmah, Kahlil Gibran belajar Hukum Internasional, Ketabiban, Musik, dan Sejarah Agama. Pada tahun 1898 ia menjadi penyunting pada majalah sastra dan filsafat. Kemampuannya dalam seni lukis dan didasari dengan kekagumannya pada para pemikir besar Arab yang diketahuinya, pada tahun 1900 ia membuat sebuah sketsa wajah penyair Islam periode awal seperti Abu Nawas, al-Farid, al-Mutanabbi, juga para wajah filsafat seperti Ibnu Sina.

Selama itu pula ada sebuah kenangan indah yang mempengaruhi jiwanya, yaitu kisah cinta pertamanya dengan Hala Daher, seorang putri dari sebuah keluarga aistokrat di Lebanon. Olehnya kisah tersebut diabadikan dalam novelnya, The Broken Wings (1912). Namun ketidaksetaran status sosial yang membatasi cinta antara keduanya.

Saat berusia 19 tahun setelah menyelesaikan sekolahnya di Madrasah Al-Hikmah, Kahlil Gibran meninggalkan Lebanon untuk memperluas ilmu dan mendalami seni lukis, akhirnya ia memutuskan untuk pergi di Paris. Namun ingatannya tidak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Kahlil Gibran tinggal selama dua tahun di Paris. Di kota inilah ia menulis drama pertamanya dari tahun 1901 hingga 1902. Saat berusia 20 tahun, ia membuat karya pertamanya, Spirits Rebellious ditulis di Boston dan diterbitkan di New York City, buku yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindirian terhadap sosial, pejabat tinggi, pengurus keagamaan, dan cintanya yang kandas akibat perbedaan status sosial. Karena bukunya tersebut, ia dikucilkan dari gereja Maronit dan diasingkan oleh pemerintah Turki di Lebanon bahkan bukunya dibakar diberbagai tempat di Beirut.

Biografi Kahlil Gibran
Image courtesy of fineartamerica.com

Saat di Paris Kahlil Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena penyakit TBC (Tuber Celulosa). Ia segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Ia dan adiknya harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Pada tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Kahlil Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan’s Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Kahlil Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua, namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, ia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, ia mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Kahlil Gibran pindah ke kota New York. Di New York ia bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Kahlil Gibran mulai aktif menulis beberapa artikel yang tersebar di berbagai media massa. Tulisan-tulisannya mampu mencengangkan pengagum sastra dunia, termasuk kritikus sastra Arab terkemuka, May Zaidah. Bermula dari polemik di media massa sejak 1912, ternyata sentuhan cinta keduanya mampu merekatkan jarak Amerika-Arab meski sampai akhir hayatnya, mereka tidak pernah saling bertemu.

Baca juga: Biografi William Shakespeare Sastrawan Inggris.

Pada tahun 1912 Broken Wings telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis.

Karya-karya Kahlil Gibran

Biografi Kahlil Gibran
Image courtesy of kang_risalseo.blogspot.com

Pada tahun 1918, Kahlil Gibran meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, The Madman, His Parables and Poems. Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam The Madman. Bukunya yang berbahasa Inggris adalah Twenty Drawing, tahun 1919, The Forerunne, tahun 1920, dan Sang Nabi pada tahun 1923, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Pada tahun 1926 Kahlil Gibran menyelesaikan Sand and Foam, dan Jesus the Son of Man pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, Lazarus pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan The Earth Gods pada tahun 1931. Karyanya yang lain The Wanderer, yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of the Propeth.

Baca juga: Biografi Ahmad Fuadi Penulis Novel Negeri 5 Menara.

Kisah Cinta Kahlil Gibrain

Kahlil Gibran menjalin kisah cinta dengan dua wanita yaitu Marry Haskell dan May Zaidah. Mary adalah wanita Amerika yang umurnya 10 tahun lebih tua dari Gibran dan banyak mewarnai karya-karyanya. May Zaidah adalah wanita Arab kelahiran Nazareth yang menjalin hubungan cinta melalui surat-surat sampai akhir hayat Gibran. Hubungan cinta dengan May digambarkan sangat platonis. Kisah yang tidak terbayangkan karena Gibran tak pernah mengetahui wajah May bahkan melalui selembar foto.

Akhir Hayat Kahlil Gibran

Kahlil Gibran meninggal dunia di Boston Amerika Serikat 10 April 1931. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan tuberkulosis, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Jenazah Gibran kemudian dimakamkan pada tanggal 21 Agustus di Mar Sarkis (sekarang Gibran Museum), sebuah biara Karmelit di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Setelah meninggalnya Kahlil Gibran, Barbara Young yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran, serta secarik kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena telah banyak sekali membantuku.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Informasi Biografi di atas ini kami sadur dari berbagai sumber, kami tidak menjamin akan kebenarannya. Jika ada kesalahan atau kekurangan atas informasi yang kami sampaikan di atas, kami mohon maaf, dan berharap agar Anda bisa membetulkannya melalui kotak komentar atau bisa menghubungi kami melalui email kami. Terima kasih.

BERANDA

BATIK INDONESIA

Batik lukis merujuk kepada corak pada kain batik yang dilukis tangan secara bebas. Batik Tulis adalah suatu teknik melukis di atas kain dengan menggunakan berbagai peralatan seperti canthing (alat untuk mengoleskan malam pada kain), gawangan (rangka bambu untuk membentangkan kain), wajan (tempat untuk mencairkan malam), anglo (tempat pengapian arang), tepas (kipas), kain pelindung, saringan malam dan dingklik (tempat duduk). Proses pembuatan batik tulis meliputi beberapa tahapan seperti mola (membuat pola), ngiseni (mengisi bagian yang sudah dibuat polanya), nerusi (membatik pada sisi sebaliknya), nemboki (menutup bagian kain yang tidak akan diwarnai), mbiriki (proses penghalusan tembokan), pewarnaan, nglorot (merebus kain agar malamnya larut / lepas). Karena proses yang panjang dan sangat membutuhkan keahlian dari pembatik, maka batik tulis dijual dengan harga yang mahal. Batik tulis tergolong sebagai Batik Halus (nomor satu). Batik tulis dari kain sutera merupakan batik termahal dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Batik ini dibuat untuk memenuhi permintaan pasar segmen menengah ke atas dan untuk keperluan ekspor.
Batik skrin merujuk kepada kaedah melakar corak dan cara menerapkan warna yang menggunakan corak batik yang dibentuk di atas skrin yang diperbuat dari pada kain polyster yang berpengidang. Skrin dilekapkan di atas kain putih, proses pewarnaan dengan melalukan warna di atas corak tadi dengan menggunakan sekuji. Cara begini akan diulang beberapa kali dengan corak yang berlainan untuk mendapatkan corak batik yang lengkap. Ini disebabkan satu skrin untuk satu warna sahaja. Batik skrin kurang dikenali berbanding kaedah batik terap dan conteng.

Batik terap atau batik cop adalah kaedah menghasilkan batik dengan menggunakan blok pengecop. Kain putih akan diterapkan dengan corak batik yang menggunakan blok corak. Blok corak diperbuat dari pada kayu atau logam. Proses ini dilakukan berulang-ulang dengan mengikut susunan yang tertentu sehinggalah selesai. Blok tersebut akan dicelupkan terlebih dahulu ke dalam pewarna sebelum ditekapkan di atas kain tersebut.

Sejarah teknik batik
Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T’ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Walaupun kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Oleh beberapa penafsir serasah itu ditafsirkan sebagai batik.

Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.

Budaya batik
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Hugh Clifford merekam industri di Pekan tahun 1895 bagi menghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Corak batik
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Tips merawat batik
Berikut tips untuk merawat pakaian Batik, terutama Batik tulis agar warnanya awet dan tahan lama:
Gunakan Sabun pencuci khusus Batik yakni Lerak. atau kita bisa menggantinya dengan menggunakan shampoo rambut untuk mencuci Batik.
Penggunaan detergen akan cepat merusak warna batik.
Jangan menggunakan mesin cuci, cukup dicuci tangan saja.
Jemur pakaian Batik ditempat yang teduh.
Jangan menyimpan Batik di tempat yang lembab.
Video Kumpulan Batik Indonesia

Marilah kita sebagai segenap masyarakat bangsa indonesia menunjukan rasa nasionalisme dengan mengoleksi atau selalu memakai batik dalam setiap event atau acara di kantor, disekolah serta berkuliah.

Masyarakat gak perlu repot lagi karena zamannya sekarang adalah belanja online di internet yaitu dengan mengunjungi website di http://www.berbatik.com merupakan e-commerce pertama yang menyediakan batik dengan berbagai macam jenis. Terutama batik dengan model yang sangat modern. Banyak koleksi baju batik yang menarik di http://www.berbatik.com.

jangan lupa di order dengan berbagai macam batik seindonesia dengan pilihan di bawah ini contohnya :

Terima Kasih segenap masyarakat bangsa indonesia yang telah bersosialisasi untuk mempertahankan dan memperkenalkan warisan budaya bangsa yaitu batik, mudah-mudahan dengan batik indonesia nama bangsa ini selalu di banggakan atas berbagai macam kebudayaannya.

AUTHOR: ROMAN NURBAWA

Sumber: http://www.berbatik.com

http://www.wikipedia.org

KEINDAHAN BATIK INDONESIA

Batik adalah ekspresi budaya yang memiliki makna simbolis dan nilai estetika yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Keunikan yang indah itu membentuk karakter bangsa yang membedakan dengan bangsa lain sehingga dapat menjadi jati diri bangsa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi turun temurun, sehingga motif batikannya pun dapat dikenali dan menjadi corak atau motif dari keluarga atau daerah tertentu. Motif batikan juga dapat menunjukkan status sosial di masyarakat, karena berdasarkan periode perkembangannya, batik Indonesia bekembang pada zaman Kerajaan Majapahit, yang notabene hanya dipakai oleh keluarga kerajaan.

Jenis-Jenis Batik
Berdasarkan teknik pembuatannya, batik dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis sebagai berikut :

    • Batik Tulis
      Batik tulis dilakukan sepenuhnya oleh keterampilan seorang pembatik, proses pembuatannya diawali dari pembuatan pola atau motif, mengisi pola, hingga pewarnaan.

      Batik Tulis

      Pembuatan batik memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Batik tulis memiliki ciri-ciri yaitu :

      • Warna batik terlihat sama terang pada kedua sisi, karena proses pengerjaan dilakukan di kedua sisi kain.
      • Batik memiliki aroma khas yang terbentuk dari hasil penggunaan malam (lilin) dan proses pewarnaan.
    • Batik Cap
      Batik cap dibuat dengan menggunakan bantuan motif batik yang dibuat dalam bentuk stempel atau cap tembaga. Proses pengerjaan batik cap ini adalah cap tembaga diberi malam panas, kemudian distempelkan di atas kain polos, selanjutnya dilakukan secara terus menerus hingga membentuk motif atau pola yang teratur.

      Batik Cap

      Pembuatan batik memakan waktu kurang lebih 2-3 hari. Batik cap memiliki ciri-ciri yaitu :

      • Warna batik terlihat terang pada satu sisi, hanya pada bagian dalam nyaris sama dan cenderung lebih buram.
      • Pola atau motif batik senantiasa simetris dan teratur.
  • Batik Sablon atau Printing
    Batik printing dibuat dengan menggunakan motif pabrikan atau motif sablon, yaitu motif batik yang telah dicetak secara otomatis.